BRIN dan UNESCO Lakukan Shooting Dokumenter Manusia Gerobak di Kawasan Menteng Bersama Masjid Agung Sunda Kelapa
Pengambilan gambar dilakukan di dua lokasi yang menjadi tempat aktivitas dan keseharian kelompok masyarakat tersebut. Lokasi pertama berada di wilayah Menteng Sukabumi, tepatnya di sekitar pintu palang kereta menuju Manggarai. Di lokasi ini, tim dokumenter bertemu dengan Ibu Maryani, seorang lansia yang sehari-hari menjalani aktivitas memulung dengan menggunakan gerobak untuk mengumpulkan barang-barang bekas.
Selanjutnya, proses pengambilan gambar berlanjut ke lokasi kedua, yakni di sekitar tempat pembuangan sampah Manggarai. Di tempat ini, tim mendokumentasikan kehidupan sepasang suami istri yang sehari-hari tinggal di dalam gerobak. Sang suami dikenal dengan nama Bapak Anton Ambon. Melalui dokumentasi tersebut, tim berupaya menggambarkan secara langsung kondisi kehidupan, aktivitas, serta realitas sosial yang dihadapi oleh kelompok masyarakat marjinal di kawasan perkotaan.
Sebelum pelaksanaan shooting dokumenter ini, BRIN telah terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan pengambilan data terhadap kelompok-kelompok marjinal yang berada di sekitar Masjid Agung Sunda Kelapa. Tahapan awal tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan dan pemetaan kondisi masyarakat, sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan kelompok yang menjadi fokus dokumentasi.
Keterlibatan Masjid Agung Sunda Kelapa dalam kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama dan dukungan terhadap upaya penelitian serta pendokumentasian kehidupan masyarakat marjinal. Melalui kolaborasi BRIN, UNESCO, dan Masjid Agung Sunda Kelapa, dokumenter ini diharapkan dapat menghadirkan gambaran yang lebih dekat mengenai realitas kehidupan kelompok manusia gerobak, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap keberadaan kelompok masyarakat yang kerap luput dari perhatian.