INFORMASI TERKINI
  • 5 bulan yang lalu / Dapatkan Informasi Kegiatan Terupdate Masjid Agung Sunda Kelapa Dapat di Akun Instagram (@masjidagungsundakelapa)
WAKTU :

Deklarasi Inisiatif Ekonomi Masjid (I-EMAS) oleh para tokoh islam di Masjid Agung Sunda Kelapa

Terbit 1 Agustus 2022 | Oleh : Wahyu Gamma | Kategori : BERITA KEGIATAN / Bidang Pendidikan
Deklarasi Inisiatif Ekonomi Masjid (I-EMAS) oleh para tokoh islam di Masjid Agung Sunda Kelapa

Tokoh-tokoh Islam dari berbagai latar belakang berkumpul di Musyawarah Nasional (MUNAS) Inisiatif EMAS, yang digelar pada Minggu (31/07) siang di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

 

Pertemuan ini juga mendeklarasikan lahirnya i-EMAS atau Inisiatif EMAS. Deklarasi Inisiatif EMAS berangkat dari dorongan organisasi dan komunitas yang peduli pemberdayaan umat dan melihat masjid maupun rumah ibadah berperan strategis untuk pembangunan ekonomi.

 

Munas EMAS yang pertama ini juga diisi dengan talkshow yang mengangkat tema besar “Ekonomi Masjid untuk Indonesia Maju”. Para pembicara adalah para tokoh Islam, pemerhati ekonomi syariah, dan para penggerak inisiatif masjid.

 

Mereka adalah Prof. Nasaruddin Umar, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A., Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H. M.H., drg. M. Arief Rosyid Hasan M.KM, Bob Tyasika Ananta, Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, CFP, IFP, dr. M. Atras Mafazi, M.M, H. Daud Poliraja, Tito Maulana, M. Rifki Farabi, Sutan Emir. Munas Inisiatif EMAS juga diramaikan influencers muda, yakni Taqy Malik dan Syakir Daulay.

 

Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang pada sambutan pembukaan, menilai masyarakat membutuhkan ruang publik, yang bukan hanya berbentuk taman. Menurut dia, sudah saatnya memperluas ruang publik termasuk masjid-masjid, dengan konteks, di masjid terjadi pertemuan generasi tua-muda dan pertemuan potensi.

 

“Indonesia merupakan negara dengan umat Islam terbesar, masjid dan musholla terbanyak, hingga 800 ribu tempat, kelas menengah Indonesia juga pertumbuhannya tertinggi. Dari semua hal ini, pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita menjahit semua karunia Allah SWT ini. Anak-anak muda memutuskan menjahit semua itu, berawal dari masjid. Dari masjid, ada hal-hal yang menjadi kontribusi konkret untuk Indonesia. Ternyata memang benar. Dari pertemuan-pertemuan sebelum Munas ini, banyak pemikiran-pemikiran hebat dan inisiatif dari masjid-masjid di Indonesia,” ungkap mantan Gubernur NTB ini.

 

Sementara Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie menyatakan jika ditelusuri dari sejarah, tidak ada peradaban yang berkembang jika tidak ditopang dakwah ekonomi.

 

“Kita bisa saja membuat Dewan Ekonomi Masjid atau Inisiatif Ekonomi Masjid ini. Saudara-saudara yang muda, ambillah estafet tanggung jawab. Semoga Islam di Indonesia optimis, sebagaimana optimisnya Islam di dunia. Masjid adalah kuncinya,” katanya.

 

Masjid sebagai titik pertemuan umat, juga memiliki potensi memajukan bangsa dan mempersatukan. Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar, mengatakan seperlima umat Islam ada di Asia Tenggara.

 

Musyawarah Nasional Ekonomi Masjid (Munas EMAS) 2022

Musyawarah Nasional Ekonomi Masjid (Munas EMAS) 2022 yang di selenggarakan oleh Inisiatif Emas

 

“Kita akan membuktikan, kiblat peradaban Islam pindah dari Timur Tengah pindah ke Asia Tenggara ini. Kita semua di dalam masjid tidak ada warga negara, semuanya sama. Kita semua warganya sama. Jangan ada pengkotak-kotakan. Di dalam masjid, kita jangan mengulangi apa yang membuat kita terpecah. Mari kita wujudkan persatuan Indonesia yang sejati. Selain itu, mindset kita sebagai umat harus berubah dari Umat Membangun Masjid menjadi Masjid Memberdayakan Umat,” katanya.

 

Sebelum Munas ini, Inisiatif Emas juga membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang terdiri dari akademisi, profesional, hingga pemimpin komunitas dari lintas sektor untuk berdiskusi dan membahas lebih dalam mengenai empat poin utama, yaitu digital, health, finance, dan sustainability yang dikemas dalam konsep Focus Group Discussion.

 

“Kami mengajak seluruh elemen mulai dari organisasi keagamaan, komunitas, remaja masjid dan masih banyak lagi untuk membahas empat isu penting yang diangkat dalam MUNAS EMAS ini. Pertama ada isu di bidang kesehatan, kemudian bidang sustainability, ada bidang digital termasuk ekonomi digital di dalamnya, dan yang terakhir bidang finance. Nantinya dalam 4 pokja ini akan menghasilkan sebuah action plan yang harus dirumuskan dan diimplementasikan oleh para peserta FGD maupun entitas dari lintas latar belakang,” papar Arief Rosyid Hasan, Chairman Inisiatif EMAS, yang juga bertindak sebagai moderator dalam diskusi ini.

 

MUNAS EMAS sebagai sarana bertemunya gagasan dan FGD yang menghasilkan action plan yang konkret diharapkan dapat menjadi lokomotif pergerakan serta pilot project ekonomi berbasis masjid.

 

Telah ada puluhan mungkin ratusan contoh Inisiatif Ekonomi Masjid dari seluruh Indonesia. Tujuan akhir dari Inisiatif EMAS ini adalah memperkokoh ketahanan ekonomi nasional dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

 

SebelumnyaMasjid Agung Sunda Kelapa Sambut Kunjungan Delegasi Masjid Malaysia SesudahnyaKhutbah Jumat 26 Agustus 2022

Berita Lainnya